Pembagian Sunnah dalam Ushul fiqh

Posted: March 22, 2012 in Sunnah

Image

Dalam ilmu Ushul Fiqh ada beberaapa pembagian tentang sunnah. sebelum menuju keinti pembahasan ada baiknya untuk mengetahui apa itu sunnah.

sunnah dalam ilmu Ushul Fiqh adalah segala sesuatu yang telah di ajarkan dan serukan untuk semua ummat Islam diseluruh penjuru dunia baik dalam hal beribadah kepada sang maha kuasa atau bermuamalah kepada dirinya sendiri ataupun orang lain, tapi sunnah disini (Ilmu Ushul Fiqh) memfokuskan sunnah dalam kategori mengikuti segala perbuatan nabi baik ibadah atau kesehariannya.

Adapun sunnah di dalam ilmu Ushul Fiqh terbagi kepada 3 bagian yaitu:

1. sunnah muakkadah

2. sunnah ghairu muakkadah

3. sunnah zaaidah.

1. sunnah muakadah adalah sunnah yang di kuatkan atau sunnah yang disangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.

contoh:

Sholat sunnah 2 rokaat sebelum sholat subuh.

2. sunnah ghairu muakkadah adalah amal ibadah yang berstatus sunnah jika dikerjakan dan tidak mendapatkan dosa jika tidak di kerjakan, tetapi untuk ibadah sunnah ini penganjurannya tidak sekuat sunnah muakkad yang telah kita bahas diatas.

contoh dari ibadah sunnah ghairu muakkadah:

sholat sunnah rowatib yang lebih terkenalnya dengan sebutan sholat sunnah qobliyah ba’diyah yang dilaksankan sebelum dan sesudah sholat fardhu yang 5 waktu.

3. sunnah zaaidah adalah sunnah tambahan atau supaya lebih mudah difahami kita sebut saja sunnah untuk mengikuti segala keseharian nabi dari makan, minum, tidur, buang air, berpakaian dan lainnya. ibadah sunnah zaaidah ini akan bernilai pahala bagi orang yang tau dan berniat untuk mengikuti sunnah keseharian nabi Muhammad, tapi jika tidak diniatkan ittiba’/mengikuti sunnah nabi maka tidak bernilai ibadah.

inilah indahnya islam, islam bukan melihat dari outfit kita tapi dari dalam diri kita (hati). dalam suatu hadist shahih yang artinya: jika berniat melakukan kebaikan tapi tidak terlaksana, maka akan ditulis baginya “point” kebaikan. tapi jika berniat buruk maka tidak akan dicatat “point” buruk kecuali ia melakukan niat buruknya.

#tambahan, ilmu itu ada 2 macam:

1. ilmu ‘aini adalah ilmu yang harus diketahui dan dikuasai sekaligus diterapkan didalam kehidupan sehari hari, ilmu ini adalah ilmu agama: fiqh, hadis, tafsir. dan yang paling ditekankan adalah “ILMU AL-HAAL” ilmu tentang apa yg kita kerjakan. contoh: pedagang, dia harus tau hak dan kewajibannya.

2. ilmu kifaai adalah ilmu untuk mengeksplorasi dunia. wajib bagi kaum/masyarakat untuk mempelajarinya, tapi jika sudah ada yang mempelajari, maka jatuh hukum wajibnya dan tidak berdosa karena sudah diwakili.

About these ads
Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s